There's no BEST way, but there're BETTER ways
teknik.industri@uin-suska.ac.id +62-852-7212-5004
Portal UIN

PENGABDIAN INOVASI ALAT TEPAT GUNA UNTUK DAERAH 3T

Teknik Industri > Berita > PENGABDIAN INOVASI ALAT TEPAT GUNA UNTUK DAERAH 3T

Proses Sosialisasi
252012272_4603192603104728_1556868872551945091_n

Standar hasil pengabdian kepada masyarakat, yaitu pengabdian kepada masyarakat dalam menerapkan, mengamalkan, dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi guna memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ciri sebuah daerah yang maju adalah ditandai dengan kemajuan teknologi yang ada dan diterapkan di daerah tersebut serta dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Kemajuan teknologi dapat diperoleh melalui research oleh kalangan akademisi serta dukungan dari pemerintah. melalui program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan tugas dari akademisi, teknologi dapat di perkenalkan dan di implementasikan di daerah, termasuk daerah yang tergolong 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
salah satu ciri deerah tertinggal adalah keterbatasan akses untuk menjangkau daerah tersbut, misalnya hanya dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan tertentu dan dalam waktu tertentu serta dipengaruhi oleh kondisi alam. Desa Kayu Raja saat ini sudah mulai maju, namun masih memiliki ciri daerah tertinggal, akses menuju Desa tersebut masih terbatas.
Program Hibah Penelitian Kementrian Agama pada tahun 2020, dan On going pada tahun 2021, salah satunya adalah pengabdian masyarakat untuk daerah 3T. Tema dari kegiatan ini adalah Pelatihan Pengolahan Buah Pinang Melalui Teknologi Tepat Guna Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi. Kegiatan ini merupakan kolabarasi antara prodi Teknik Industri dan Teknik Elektro. Ketua pengabdi yaitu Bapak Anwardi, ST., MT yang merupakan Dosen Prodi Teknik Industri. Sedangkan anggota pengabdian adalah Bapak Oktaf Brillian Kharisma, ST., MT dari Prodi Teknik Elektro UIN Suska Riau.
Secara garis besar, tahap pengabdian dilakukan melalui 2 proses, yaitu proses pengajuan proposal dan proses pengabdian di lapangan. Proses Pengabdian dilapangan dilakukan Beberapa tahap, diantaranya, tahap identifikasi dan sosialisasi, tahap pelatihan, tahap pendampingan dan Evaluasi. Semua tahapan mendapat respon positif dari peserta dan masyarakat Desa Kayu Raja. Harapan peserta dan masyarakat secara umum hendaknya kegiatan seperti ini terus dilakukan demi menumbuhkan kreatifitas dalam mengolah sumber daya alam secara teapt dan berdaya saing untuk kesejahteraan hidup dan kemajuan bangsa indonesia.

 

By: Anwardi

Chanel Youtube: ANWKing
https://www.youtube.com/channel/UCGdgZnIs7JgOGeoPyTmbvZQ